Fenomena Digital Nomad Asia—individu yang bekerja jarak jauh (remote working) sambil bepergian—tumbuh pesat. Asia, khususnya Asia Tenggara, menawarkan biaya hidup yang rendah, budaya yang kaya, dan destinasi tropis yang indah.
Pemerintah Asia, menyadari potensi ekonomi dari tren ini, mulai menawarkan visa Digital Nomad khusus untuk menarik pekerja remote yang memiliki penghasilan stabil.
Gaya hidup ini didukung oleh infrastruktur digital yang membaik, termasuk koneksi internet yang memadai (4G/5G) dan meningkatnya ketersediaan ruang co-working dan kedai kopi.
Meskipun menawarkan kebebasan dan fleksibilitas work-life balance, Digital Nomad menghadapi tantangan hukum, termasuk masalah pajak digital dan perizinan kerja yang belum seragam di setiap negara Asia.
Digital Nomad Asia bekerja sambil liburan di pulau tropis karena biaya hidup rendah dan destinasi indah. Tren ini didukung visa khusus, infrastruktur digital yang memadai, dan menawarkan fleksibilitas work-life balance.

